Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK B PG AR-ROHIM FATAYAT NU DESA KUMPULREJO KECAMATAN PARENGAN KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Surati, 2017 : Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Metode Bercerita Pada Anak Kelompok B PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing I : Dr. MohMu?minin, M.Pd
Pembimbing II : Dwi Imam Efendi, M.Pd
Kata Kunci : Kemampuan Sosial Emosional, Metode Bercerita.
Sosial emosional anak kelompok bermain dan perkembangannya dalam tatanan kehidupan dunia mereka dapat dilihat dari sikap dan cara berhubungan dengan orang lain (sosialisasi), cara berpakaian dan berpenampilan, serta sikap dan kebiasaan makan. Demikian pula, sikap dan perilaku anak dapat memperlancar hubungannya dengan orang lain. Pengembangan sosial emosional anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lebih disarankan untuk menggunakan pendekatan yang bersifat individual, persuasif, demokratis, keteladanan, informal, dan agamis.
Berdasarkan observasi awal peneliti di Kelompok B PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban belum menunjukan dalam menerapkan indikator sosial emosional. Anak masih bersikap egosentris dan belum terampil mengelola emosinya. Anak masih cenderung bersikap temperamental dengan marah yang meledak-ledak..
Rumusan Masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kemampuan sosial emosional anak PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017 2). Bagaimanakah kemampuan sosial emosional melalui metode bercerita anak PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017 3).Adakah Peningkatan kemampuan sosial emosional melalui metode bercerita anak PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena penelitian ini merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif untuk pelaku tindakan selama proses pembelajaran berlangsung). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Masing-masing siklus tindakan terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan siklus II sebagai langkah refleksi pelaksanaan siklus sebelumnya maka terjadi peningkatan hasil proses belajar yaitu mengalami peningkatan persentase rata-rata hasil proses belajar yang dicapai anak kemampuan sosial emosional yaitu 87% atau 20 anak tuntas belajar dengan rata-rata kemampuan kelas 79,35 sehingga pada pelaksanaan siklus II secara klasikal dapat diinterpretasikan hasil belajar yang telah dicapai oleh anak termasuk dalam kategori baik karena taraf kriteria yang ditentukan dalam penelitian telah berhasil dircapai yaitu lebih dari 85%. Berdasarkan hasil data di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak PG Ar-Rohim Fatayat NU Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
No other version available