Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP PADA ANAK KELOMPOK A TK BHAKTI NEGERI I DESA GEMULUNG KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Basiroh 2017 : Peningkatan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bercakap-cakap Pada Anak Kelompok A TK Bhakti Negeri I Desa Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017
Pembimbing I : Drs. Budi Susatyo, M.Pd
Pembimbing II : Abidatul Chasanah,M.Pd I
Kata Kunci : kemampuan berbahasa dan metode bercakap-cakap
Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan rendahnya kemampuan berbahasa masih banyak anak di TK Bhakti Negeri I Desa Gemulung masih kesulitan dalam kemampuan berbahasa, sedangkan kemampuan berbahasa itu sangat penting untuk mempersiapkan anak melakukan pembelajaran berikutnya. Maka dari itu untuk menyelesaikan masalah tersebut peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode bercakap-cakap.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Bagaimana peningkatan kemampuan berbahasa melalui metode bercakap-cakap pada anak Kelompok A TK Bhakti Negeri 1 Desa Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017?
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa melalui metode bercakap-cakap pada anak Kelompok A TK Bhakti Negeri 1 Desa Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017?
Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian anak Kelompok B TK Bhakti Negeri I Desa Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dengan jumlah sebanyak 20 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bercakap-cakap yang dilaksanakan dalam dua siklus terbukti dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A TK Bhakti Negeri 1 Desa Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan pada tiap aspek penilaian. Kemampuan berbahasa pada prasiklus sebesar 37,5% meningkat pada siklus I sebesar 60,25%, kemudian meningkat lagi pada siklus II mencapai 85,75%. Sehingga terjadi peningkatan sebesar 27,5%.
No other version available