Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN UNTUK MEMAHAMI SENI TARI MELALUI METODE BELAJAR GERAK DAN LAGU ANAK TK YAA BUNAYYAKECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORODI KELOMPOK B TAHUN 2016/2017
ABSTRAK
Siti Munawaroch. 2017 : Peningkatan Kemampuan Memahami Seni tari Melalui Metode Belajar Gerak dan Lagu Anak TK Yaa Bunayya Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Kelompok B Tahun 2016/2017. Skripsi. Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Dosen pembimbing : Drs. I Wayan Letreng, M.Pd.
Ifa Aristia Sandra Ekayati, SPd, M.Pd.
Kata Kunci : seni tari,gerak, lagu anak
Masa-masa ini adalah masa penentuan hendak kemana meraka akan dibawa menjadi seorang manusia dewasa yang mampu mengoptimalkan kemampuannya ataukah sebaliknya. Seluruh jenis kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalani hidupnya kelak dipersiapkan pada periode ini, bahkan menurut penelitian terakhir, kesibukan persiapan ini dimulai sejak anak masih dalam kandungan ibunya. Karena periode ini sering disebut Golden Age. Dalam perencanaan pembelajaran seni ternyata banyak guru yang hanya membuat rencana pembelajaran tentang seni tidak dapat menyajikan kepada anak secara maksimal sehingga apa direncanakan dan hasil yang diharapkan kurang tercapai. Terbukti dengan hasil kemampuan belajar untuk kompetisi tersebut menunjukkan 50% dari 18 siswa yang kurang memahami tentang seni. Siswa juga menganggap bahwa materi itu sulit untuk dihafalkan dan biasanya anak tidak bisa mengurutkan dalam hal gerakan dan lagu bila urutannya dikombinasi.
Penelitian menggunakan ancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di TK Yaa Bunayya Kecamatan Bojonegoro kabupaten Bojonegoro dengan subyek penelitian pada kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode belajar gerak dan lagu memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar anak didik di Taman Kanak-kanak. Hal ini dapat dilihat dari semakin kreatifnya anak dalam mengekspresikan suatu kegiatan yaitu bidang pengembangan seni yang disampaikan guru. (Ketuntasan Belajar Meningkat dari Siklus I dan Siklus II).
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktifitas anak didik dalam proses pembelajaran disetiap siklus dan pada siklus berikutnya mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kemampuan dan kreatifitas dalam mengekspresikan berbagai gerakan tubuh yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai pada siklus I ke siklus II yang terus meningkat.
Dari hasil penelitian dan kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disarankan kepada tenaga pendidik Taman Kanak-kanak bahwa : (1) Seorang guru dalam merancang pembelajaran hendaknya kreatif dan inovatif sehingga anak akan termotivasi dan berminat dalam belajar, (2) Peran media dan metode sangatlah penting karena usia Taman Kanak-kanak sangat memerlukan sarana atau media dan pesan atau keterangan secara verbal, (3) Dalam pembelajaran anak perlu pengalaman langsung dan nyata sehingga dalam pengembangan motorik kasar anak dapat mengekspresikan berbagai gerakan tubuh melalui media dan metode.
No other version available