Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA MELALUI MEDIA WAYANG KARTUN PADA KELOMPOK BERMAIN BAKTI NEGRI DESA GEMULUNG KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Erniawati. 2017 : Peningkatan Kemampuan Berbahasa Jawa
Melalui Media Wayang Kartun Pada
Kelompok Bermain Bakti Negri Gemulung
Kecamatan Kerek
Kabupaten Tuban Pelajaran 2016/ 2017
Pembimbing I : Dra. Kholifah, M. Pd, S. Psi
Pembimbing II : M. Imron Abadi, M. Pd
Kata Kunci : Wayang Kartun, Kemampuan Berbahasa
Jawa
Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa kemampuan berbahasa Jawa pada anak KB Bakti Negri Gemulung belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dikarenakan media pembelajaran yang digunakan belum tepat. Pembelajaran bahasa jawa sangat di perlukan bagi anak untuk kehidupan kesehariannya dalam berbicara terhadap guru, orang yang lebih dewasa dan sebagai pelestarian budaya jawa. Untuk menyelesaikan masalah tersebut peneliti menggunakan media Wayang Kartun untuk meningkatkan kemampuan berbahasa jawa anak.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kemampuan berbahasa jawa setelah dilakikan pembelajaran dengan menggunakan media wayang kartun pada KB Bakti Negri Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017?. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendiskripsikan kemampuan berbahasa jawa anak setelah dilakukan pembelajaran bahasa jawa menggunakan media Wayang Kartun pada anak Kelompok Bermain Bakti Negri Gemulung Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Metode yang digunakan merujuk pada Penelitian Tindakan Kelas yang berisi dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 18 anak yang terdiri dari 9 perempuan dan 9 laki-laki. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan nilai ketuntasan individu sebesar 65% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 80%.
Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya kemampuan berbahasa jawa anak pada prasiklus terlihat 5 anak (27,78%) yang tuntas yang memiliki kemampuan berbahasa jawa, pada siklus I terdapat 9 anak (50%) yang tuntas yang memiliki kemampuan berbahasa jawa, pada siklus II terdapat 16 anak (88,89%) yang tuntas memiliki kemampuan berbahasa jawa, sehingga penelitian diberhentikan karena kemampuan berbahasa jawa anak sudah mencapai indikator keberhasilan.
No other version available