Realia
PENINGKATAN NILAI MORAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA PADA ANAK KELOMPOK B RA TARBIYATUL BANIN BANAT DESA JETAK KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017.
ABSTRAK
Indahyati , Ninik 2017 : Peningkatan Nilai Moral Anak Melalui Metode Bercerita Dengan Media Boneka Pada Anak Kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing I : Dr. Moh Mu?minin, M.Pd
Pembimbing II : Dwi Imam Efendi, M.Pd
Kata Kunci : Nilai Moral, Metode Bercerita, Media boneka
Permasalahan yang muncul dalam peningkatan moral anak pada anak Kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban adalah anak belum mampu dalam menerapkan indikator moral. Anak masih perlu dikenalkan dengan pengembangan nilai dan aturan yang berlaku. Mereka masih membutuhkan banyak bimbingan terkait nilai nilai moral
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah nilai moral pada anak kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017? 2). Bagaimanakah nilai moral melalui metode bercerita dengan media boneka pada anak kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017? 3). Adakah peningkatan nilai moral melalui metode bercerita denggan media boneka pada anak kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017?
Penelitian ini dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Subjek penelitian tindakan kelas pada anak kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumen pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi data secara deskriptif kualitatif dengan ketentuan ketuntasan individu 70% dan ketuntasan kelas 85%.
Berdasarkan Hasil data pra siklus menunjukan bahwa kemampuan rata-rata kelas hanya sebesar 60,25 dengan ketuntasan belajar anak sebanyak 5 anak atau sebesar 20,00%. Hasil ini masih sangat rendah dan jauh dari ketuntasan minimal kelas yaitu 85%. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I kemampuan rata rata kelas meningkat menjadi 71,00 dengan ketuntasan belajar anak 64,00% atau sebanyak 16 anak yang tuintas belajar. Pada siklus ke 2 kemampuan rata-rata kelas menjadi 77,96 dengan ketuntasan belajar 88,00% atau sebanyak 22 anak. Hasil ini menunjukan bahwa kriteria ketunatasan minimal kelas secara klasikal sudah tercapai karena hasil ketuntasan belajar sudah melebihi 85%. Berdasarkan hasil di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa bahwa metode bercerita dengan media boneka dapat meningkatkan nilai moral anak pada anak kelompok B RA Tarbiyatul Banin Banat Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017
No other version available