Realia
JUDUL SKRIPSI PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELAUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B PG SEKAR MELATI DESA SEKARDADI KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Abstraksi
Kholisoh, 2017 : Peningkatan Keterampilan Sosial Melaui Metode bermain peran pada anak kelompok B PG Sekar Melati Desa Sekardadi Kecamatan Jenu Kabupten Tuban Tahun 2017
Pembimbing : 1. Dra. Henny Sri Astuty,M.Pd
2. Allan Firman Jaya,S.psi,M,Pd
Kata Kunci : Keterampilan Sosial ,Metode Bermain Peran
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan sosial melalui kegiatan bermain peran pada kelompok B PG Sekar melati Kecamatan Jenu kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam Keterampilan sosial pada anak Kelompok B PG Sekar melati Desa Sekardadi Kecamatan Jenu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan menggunakan model Ari Kunto dkk. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B yang berjumlah 15 anak. Objek penelitian ini adalah Keterampilan sosial. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi adalah data dilakukan secara diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu jika minimal 85% dari 15 anak memiliki Keterampilan sosial dengan kriteria sangat baik. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran yang dilakukan melalui 1) Perilaku terhadap lingkungan , perilaku yang berhubungan dengan orang lain, perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri, Perilaku yang berhubungan dengan tugas kelompok. Tindakan tersebut dapat meningkatkan Keterampilan sosial anak. Pada saat dilakukan observasi Pra Survey sebesar 33% masih menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan masih kurang dari indikator keberhasilan yang ditentukan bahwa berada pada kriteria yang belum muncul, pada siklus I sebesar 60% menunjukkan adanya peningkatan namun belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria mulai muncul dan pada siklus II sebesar 73% Perolehan presentase pada siklus II menunjukkan bahwa Keterampilan sosial anak belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria berkembang sesuai harapan. Dan pada siklus III sebesar 86% menunjukkan bahwa Keterampilan sosial anak sudah mencapai indikator yang ditentukan karena berada pada kriteria berkembang sangat baik. Maka pelaksanaan penelitian dihentikan.
No other version available